LOVE isn’t perfect, ACTUALLY

love

ini postingan lama.

tanggalnya 22 februari 2008..

buset basi amat ya..

oke.

Sebenarnya gw iseng aja nulis beginian. Lagi gampangan, hahaha. Sekarang di luar udah brenti ujannya. Tadi seharian ujan, dari habis solat jumat sampai jam 9 malem. Gokil ya. Wah manteb deh ujannya.
Mmhm, tadi gw abis nonton film judulnya LOVE. Mmhm, bagus. Terserah orang mw bilang kalo film ini jiplakan love actually, (emanmg iya sih..hehehe) tapi secara garis besarnya aja sih. Agak sedih sih.
Beberapa bagian yang menurut gw cukup bagus adalah scoring yang dipersiapkan dengan matang, (gak asal kaya film indo blakangan yang gw tonton..) pake orang2 dari negerinya hirsto stoickhov (eh bener gak sih nulisnya, hehe) the bulgarian orchestra *klo gak salah juga, terus script yang emang bagus, (kata lana sebelum nonton filmnya juga bagus sih..).
Satu hal lagi yang bikin gw merasa ni film bagus adalah jalan ceritanya yang cukup bagus.. (anjrit, padahal sutradaranya orang malaysia).
Tapi minus yang agak fatal yaitu editing pada bagian awal film yang agak kasar, kemudian beberapa bagian dari ceritanya agak klise, yah gak jauh kaya sinetron sih, secara (meminjam bahasa anak jaman) yang main (aktor & aktrisnya) sering tampil di sinetron kita ini.
Tapi dengan ekspektasi gw yang minor terhadap film ini, menurut gw ni film cukup mendapat di hati kok.
Gw sih mengharapkan sepanjang di tahun 2008 ini ada film indo yang jauh lebih bagus dari film ini, ya dari segi teknis maupun ceritanya. Sebab kalo nggak ada, bisa2 film ini dapat banyak penghargaan, secara ya (ahahaha minjem lagi…) para pecinta film kita ini masih banyak yang suka film dari simpatinya, emosinya yang dihasilkan selama film tersebut. Mmmhm,, gak salah juga sih. Terserah mereka juga kan. Hehehe

Oke nilai gw dari range 0-10, kayanya gw kasih 8 aja kali ya..
(artisnya cakep, keteknya mulus2, hahahha *minjem ungkapan di lagak jakarta..)

Mmhm, sbenarnya gw gak peduli, apakah bella dan irwansyah bisa jadian atau nggak, apakah surya saputra sama wulan rujuk ato gak, apakah sophan sophian ingat dengan widyawati, atau darius yang siap dengan dunia luna maya, atau (save the best 4 last) apakah rama punya hati dengan iin, hehehe…

Tapi,
Apakah kita bisa menerima seseorang apa adanya walau dia cacat?
Apakah kita masih mau mencintai seseorang walaupun dikhianati, dengan alasan anak?
Apakah kita siap bersabar untuk menghadapi seseorang yang selalu lupa siapa diriny?
Apakah kita siap meningglkan dunia kita yang sekarang dengan hal-hal baru yang kita belum tahu?
Atau apakah kita siap menerima kenyataan bahwa seseorang yang kita cintai ternyata mengandung anak orang lain.?
Ataukah apakah, apakah yang lain.. yang terbersit di pikiran kita…

Sebenarnya tidak selalu sama jawabannya. Itu semua tergantung kehendak kita. Sejauh mana kita memandang, sejauh mana kita berpikir, dan sejauh mana kita kuat, siap, dan tegar menghadapi datangnya mentari dan gelapnya malam.

Ada sebuah tagline yang bagus dari film itu, (ni si oji yang ngomong)
”jangan pernah nyerah, karena kita gak tau apa yang akan terjadi besok kalo kita nyerah hari ini”

JANGAN PERNAH MENYERAH…
JANGAN PERNAH MENYERAH…
JANGAN PERNAH MENYERAH…
MENYERAH…

Ya, akhirnya memang kadang kita menyerah,
Tapi semoga jangan ya.. hehehe

Leave a comment

Filed under pilem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s