Through the Rain

Sudah lama juga saia tidak mengisi blog ini. Meskipun gak ada yang liat juga, tapi entah kenapa saia senang menulis di sini. Kebiasaan dari dulu juga sih (sepertinya).
Ah sudahlah.
Tidak terlalu penting prolognya..

Tadi pagi saia baru sampai dari jogja. Menempuh perjalanan hampir 11 jam dari Jakarta. Di atas kereta ekonomi ekspress PROGO.

*kalo yang ekspress agak aneh sih, tapi disebutnya bgitu pas kereta masuk di stasiun manapun.hehe

Saia pulang ke jakarta dalam rangka urusan bisnis. Bisnis kaos baju2 band, dominan band2 metal sih.. hehe
Yaah mw gimana lagi
Hidup itu keras. Penuh liku-liku. Penuh tantangan dan juga kenikmatan yang tersembunyi di dalamnya.halah..hahaha

Yaah lumayan lah, order kaos mulai masuk dari pulau seberang. Baru awal sih. Doakan semoga lancar ya.!! Semoga bertambah kota2 yang lain..

Kalo dibilang mencari sedikit kesempatan untuk menjalani hidup demi beberapa nilai uang. Mmhm sudah banyak sih yang saia jalani.
Dari kecil kaya gitu..
Waktu kecil pernah Jualan koran..
Pas gede dulu sempet bantuin temen poto2 orang hajatan perkawinan

Pas kuliah lebih banyak ragamnya..
Mulai dari kerja sebagai tukang desain, tukang ojek, penginstall software, tour guide, buka usaha clothing, sempat mw jadi agen koran lagi, jadi guru les, ngamen, yaah berbagai macem usaha juga sih.
Tapi entah kenapa, gak pernah berhasil.
Pasti nanti berhenti atau kecapekan, karena gak sesuai tenaga dan bayarannya..

Kehujanan, kepanasan, pusing, capek, kurang tidur, emosi meninggi.
Akibat2 dari pencarian dari arti hidup tersebut..

Tapi ternyata di balik itu semua..
Ternyata bisnis kaos band ini lumayan berjalan.
Udah 8 bulan ini..
Yaah kemarin lebaran udah bisa beli adik oleh2 lah, meskipun gak seberapa.
Hehehe

Saia sampai d stasiun senen jam 2 pagi. Selasa pagi. Berbekal tas gunung, dan jaket ARC (ini merchandise asli ..!!ahahaha). saia tidur di emperan stasiun. Capek.lelah.pusing.pegal. haah semuanya bercampur menjadi satu.
Ketika sorenya saia harus kembali ke stasiun Senen untuk naik kereta Progo jam 9 malem. Kembali saia berjibaku dengan para penumpang bus TransJakarta. Ratusan penumpang memadati shelter Harmoni jam stengah 7 malem.

Turun dari halte, hujan turun.
Mau gak mau saia berjalan kaki menuju stasiun di bawah guyuran hujan.
Dengan membawa kaos 40pcs yang tidak boleh lecek basah, apalagi rusak..
Pikiran saia waktu itu adalah apapun yang terjadi kaos2 ini adalah modal saia.
Uang saia.
Kehidupan saia.

Ditambah perut yang kelaparan karena belum makan seharian..
Untung ada tukang nasi goreng. Saia makan dahulu.

Saat makan saia berpikir sedikit.

Begitu susahkah hidup ini?

Atau saia yang belum bisa menghadapi hidup ini.
Ya. Saia pikir masih banyak orang yang jauh lebih susah daripada saia.
Jauh lebih susah daripada saia yang hanya basah kuyup kehujanan, ditambah perut belum makan seharian.

Jika perjuangan itu adalah proses.
Maka proses itu pasti sulit, apapun bentuknya.
Dan setiap proses itu ada hasilnya.
Pasti…

*saia terus mencoba mendengungkan ungkapan itu terus menerus dalam kepala saia. Mencoba.

Leave a comment

Filed under the journey of life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s