Si Jago Mogok.

magdalena_sebagai_sally-20081112-003-wawan

2 hal yang saia tanggapi dari pilem ini.

Lucu dan wow..

Lucu.
Karena pilemnya memang lucu, tokoh2nya lucu, adegan2 yang lucu.

Dan
Wow.
Karena ada Magdalena.. ahahahaha

Ini adalah sebuah pilam tentang 4 orang terpaksa menjadi sahabat, Gito Prawoto (Desta Club 80’s), Dede Rifai (Ringgo Agus Rahman), Kuncoro Prasetyo (Ytonk Club 80’s) & Rojak Panggabean (Judika), mereka terpaksa karena mengalami nasib yang sama

-terancam D.O. gara-gara menunggak uang kuliah selama 4 semester berturut-turut-
*sungguh hal yang amat sangat ditakuti mahasiswa>> D.O.

Dalam situasi semacam itu,masing2 pihak mencari solusi. Mecari kontrakan bareng, dengan ibu yg punya kontrakan ialah Magdalena..*wow, saya juga mau, kalo kaya gitu..
Dan part-time job. Tapi, kerja sampingannya gak ada yg beres.. kuliah keteteran. Ahhhaa

Hingga terjadi kebakaran yang membuat mereka berpikir untuk masuk manjadi pemadam kebakaran.

Nah ketika masuk menjadi pemadam kebakaran inilah, banyak hal yg lucu, mulai dari bos nya (Joe P-Project), dan pelatih pusdikkar (indra birowo), ahahaha sampai sang pencium pantat (mang dadang.. *syp sih nama aslinya??ahaha)

Oke singkat cerita, mereka mulai beraksi dengan si jago merahnya (nama mobilnya), mulai dengan mencari cincin di dalam wc, mengambil ular di atas pohon, hingga menyemprot air buat keperluan syuting video klip band yang sunggguh tidak penting –The Changcutters-
Tapi, harus tetap ada konflik yang terjadi, dan klimaksnya adalah terjadi kebakaran hebat (akhirnya beneran…) di sebuah museum yang membuat mereka mmendapat penghargaan dari walikota (Rano Karno).

Ada tema yang menarik dalam pilem ini, yaitu tentang pemadam kebakaran.
FIRE FIGHTER.
Iya, siapa pula kepikiran tentang pemadam kebakaran???
Siapa pula yg mau kawin dengan cowok yang anggota pemadam kebakaran??
Siapa pula yang berminat ketika lulus skolah/kuliah menjadi pemadam kebakaran??
Huff..

Ya. Belum ada satupun pilem indonesia (seingat saia) yang mengangkat tema tentang profesi yang terkadang kita tidak peduli.

Dari pilem ini kita dapat melihat bagaimana profesi yang tidak pernah dipandang oleh masyarakat, mampu dikemas secara apik oleh sutradara yang ternyata adalah anak didiknya Hanung Bramantyo.

Mungkin saja nanti bakal ada pilem yang mengangkat tentang polantas, hansip, penjaga pintu kereta, masinis, tima SAR, dan profesi2 lain yang tidak pernah kita hargai sebelumnya..
Itulah pahlawan sesungguhnya bagi rakyat amerika, seperti dalam film WTC,bukan tentara atau polisi unit khusus.

Tapi mereka yang telah ikhlas, rela berkorban, dan menjadi lapisan terdepan ketika terjadi suatu hal, bencana misalnya.

Dengan pilem ini, semoga saja kita dapat appreciate terhadap profesi2 yang tidak pernah kita lihat. Bahwa apapun pekerjaannya, haruslah dihargai, karena dengan tidak menghargai suatu profesi, kita tidak sadar telah meneruskan sifat2 penjajah. Karena hanya penjajah yang tidak pernah menghargai hak dari seseorang.

Ah sudahlah.
Pokoknya mantep deh pilemnya..
Enjoy it..!!

Rating : 7

1 Comment

Filed under pilem, review

One response to “Si Jago Mogok.

  1. mahmud wijaya

    sesuatu yang di cintai selalu indah. tetapi suatu yang indah belum tentu layak di cintai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s