Sentimental Day

Ups.. hari ini hari jumat.
Hari yang baik. semoga..

Ini adalah hari terakhir saia mengikuti mata kuliah di kampus tercinta..
Fakultas Hukum UGM.

Sudah 7 semester -termasuk 2 SP- saia berkuliah di sini. dengan 142 sks yang telah ditempuh. mulai dari nilai D hingga A pernah saia peroleh..

Saia masih ingat bagaimana parkiran hukum UGM masih jelek, bertanah, motor masih sedikit, dan mobil dapat dihitung jari..
Sekarang semua parkiran dilapisi cone block, setiap motor diberi tiket, ratusan motor dan puluhan mobil berseliweran,.

Sekarang, semua gedung diberi nama mulai dari I-IV, bersih, kursi yang baru, ber AC dan ada ruang untuk simulasi pengadilan, tak terkecuali perpustakaan yang lebih nyaman..
Tidak seperti dulu yang kuliah hanya di Ruang I, E,F,G, dan A-B. . Dan ini berlangsung satu tahun.

Semuanya berubah untuk menjadi lebih baik, secara sarana dan prasarana…

Bagaimana dengan KBM nya..??
Dulu saia masih kuliah dengan ratusan orang. ya benar.. kuliah padat dengan ratusan bangku. dan masing2 orang berebut tiap absen saat selesai kuliah..
Sekarang kelas menjadi lebih baik, hanya terisi 20-40 nama saja.. bahkan saia tadi pagi kuliah hanya terdiri 10 orang saja di ruang I.termasuk dosen.

Kuliah tidak hanya sekedar teori, sekarang diskusi dan presentasi bahkan menjadi santapan wajib mahasiswa dengan pertanyaan yg kritis pula.

Manajemen akademik…
Absen masih saja tidak dianggap di kampus. Mau satu absen atau penuh tetap dapat mengikuti ujian. Pengurusan transkrip bisa lebih cepat, dan tidak adanya lagi tanda tangan dari dosen pembimbing akademik.

Dengan keadaan seperti itu bagaimana dengan mahasiswanya..??
Sangat jauh berbeda.
Tahun pertama saia kuliah,
situasi politik kampus sangat dinamis, Pemira yang hampir gagal, diskusi yang sering saia lihat di mana-mana, mulai dari depan akademik, hingga pojok kang wahyu.
Tahun ini pula diisi dengan maraknya aksi demonstrasi, perkelahian antar mahasiswa dan lso, hingga berbagai pentas seni yang meriah..

Tahun kedua, mulai sedikit berubah.
konstelasi politik kampus mulai adem-ayem. Perwakilan mahasiswa mulai didominasi oleh orang-orang itu saja. Demonstrasi berkurang, namun biaya pendidikan meningkat.

Tahun ketiga, semua berubah.
Politik di kampus makin menurun, kondisi dekanat tidak lagi menjadi bahan omongan, karena tentu saja ruangan mulai ber AC. Kalimat anti korupsi mulai merajalela, menghiasi kalimat dalam berbagai proposal kegiatan.

Tahun keempat,
saia mulai menghilang dari kampus, tidak tahu apa yang terjadi di kampus, namun mulai menyadari bahwa sekarang tidak boleh ada yang menginap di kampus

103_01711
Jujur saja..
Saia bukan termasuk orang yg melankolis.

Tapi.
Saia baru merasa kuliah di semester ini.. dan baru menyadari bahwa saia ini sangat bodoh..

Saia juga masih ingat hari pertama saia masuk kuliah, kalau tidak salah dosennya hari senin pagi itu pak Sutanto, mengajar Pengantar Ilmu Hukum. Yang mengharuskan mahasiswa baerpakaian rapi

Dan diakhiri tadi oleh pak Jeremias Lemek, PLKH Kepengacaraan.
mata kuliah yang sebenarnya tidak ingin saia ambil,tapi ternyata mata kuliah ini yang membuka mata saia bahwa ada kehidupan yang lebih nyata dan jelas di luar sana, di luar kampus UGM ini.

Ini bukan semester terakhir bagi saia, masih ada semester depan, yang mana akan menjadi semester pembuktian bagi saia untuk mengerjakan skripsi. Doakanlah saia..

Sebenarnya saia sudah selesai kuliah pada jam 3 sore, namun karena saia ingin menikmati hari terakhir kuliah saia, maka saia bermain bulutangkis sebentar dengan teman2. bernostalgia menghabiskan sore di kampus, dengan rapat, bermain bola. Dulu sih awal2 kuliah.

Menikmati kuliah di FH UGM sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saia, bahkan saia sampai saat ini masih tidak percaya dapat kuliah, di PTN pula. Mengingat kemampuan otak saia tentunya.

Sayang banyak hal yang tidak sempat terekam dalam memori pikiran saia yang terbatas ini. Mengingat akan kehidupan di kampus ini, kampus tempat saia menuntut ilmu, belajar ttg kehidupan, belajar ttg hakikat manusia, dan seorang sarjana hukum. Belajar untuk menghargai hak dari tiap2 orang. Dan banyak hal lain yang saia dapatkan di kampus ini. Dan tentu saja, karena saia manusia yang normal, maka masih banyak keinginan dalam diri ini yang belum tercapai.

Semburat merah menghiasi langit sore ketika saia pulang dari kampus pada pukul setengah enam sore. Ketika saia mengambil motor di parkiran belakang, dan melintasi ramainya sore di jalan Kaliurang. Pikiran ini terus menggelayuti dalam otak saia, berkecamuk dalam diri ini. Aneh.Senyap.Sendu.Bahagia. dan banyak perasaan dan pikiran yang tercampur aduk.

Ya semoga saja ini tidak berlangsung lama, karena masih banyak hal dan tanggung jawab yang harus saia laksanakan seiring berpacu dengan waktu.
Dan pikiran aneh ini akan menghilang dan bubar.
Persis seperti yang dikatakan pak Jerry saat terakhir kuliah tadi sore, ”ayo, bubar!”.
Tentu dengan ketawanya yang khas dan menggelitik.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s