Sex Membawa Maut

Saat saya sedang iseng membaca  kompasiana, saya tertarik dengan salah satu judul “sex membawa maut”. Setelah saya baca ini saya ingin berbagi dengan pembaca di sini,semoga wawasan pembaca WP ini semakin bertambah pintar..hehehe

Peristiwa yang diceritakan oleh Mariska dalam judul sex yang membawa maut, adalah bukan cerita bohong-bohongan atau isapan jempol belaka dan tidak ada hubungan langsung dengan tempat angker seperti kata salah seorang komentator. Kalaupun itu terjadi pada tempat yang angker, kemungkinan itu ada atau kebetulan saja. Ada hubungan dengan tempat angker tetapi tidak serta merta langsung begitu saja. Ada sebab lain dan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dialami oleh siapa saja.

Dalam ilmu kedokteran peristiwa itu disebut gejala vaginismus, yaitu terjadi semacam konstraksi-konstriksi atau kejang atau kramp terhadap otot polos spincter vagina seorang perempuan dan yang kemudian terjadi adalah seperti mengunci, menjepit alat kelamin pria pasangan hubungan seksualnya.

Faktor penyebab utamanya selain diduga bawaan sifat seseorang, juga faktor psikis atau psikologis sebagai pemicu terjadinya peristiwa. Antara lain terkejut, takut, tidak tenang, kawatir, tergesa-gesa dan semacamnya adalah sebagian factor pencetusnya. Ketakutan misalnya dapat terjadi ditempat yang angker, takut ketahuan misalnya karena pasangan selingkuhan, takut karena sedang diperkosa atau pernah mengalami atau melihat perkosaan, takut ketularan penyakit karena tahu kalau pasangannya senang ‘jajan’. Atau kekawatiran misalnya pasutri yang tidak cocok dengan berbagai metode KB, kawatir terjadi kehamilan lagi. Terkejut misalnya seorang PSK sedang enak-enaknya ‘tidur dibangunin, setelah bangun ditidurin’ kemudian ada penggerebekan oleh satpol PP, dsb…..dsb.

Seperti judul tulisan awalnya sex yang membawa maut, pada peristiwa vaginismus kalau tidak segera mendapat pertolongan memang dapat berakibat fatal terutama pada fihak pria korbannya. Mekanisme terjadinya kematian cukup komplek, antara lain pembendungan aliran darah sampai pecahnya pembuluh darah kemudian terjadi pendarahan didalam yang cukup parah. Sebagaimana diketahui bahwa bila terjadi ereksi penis terdapat pasokan darah yang sangat banyak ditempat itu. Tegangnya penis itu karena spons corpus cavernosa penis terisi darah. Struktur anatomis penis manusia berbeda dengan hewan, antara lain pada anjing memang mempunyai tulang (os penis) untuk menegangkan ereksinya. Kematian juga mungkin rasa sakit yang teramat sangat akibat penjepitan alat kelamin, ditambah ‘panikum maksimum’ (sangat panic luar biasa) menghadapi kejadian tersebut.

Nah,..untuk mengatasi kasus semacam itu otot polos spincter vagina yang mengunci itu harus segera dikendorkan. Antara lain dengan obat yang dapat merelaksasikan otot (muscle relexant) atau obat penenang (tranquliser,sedative). Tetapi karena hal ini termasuk kondisi gawat darurat, kalau tidak segera ditangani dapat berakibat fatal. Maka biasanya segera diambil tindakan pembiusan total, ditidurkan terhadap si empunya vagina. Pembiusan sendiri sebenanya juga membutuhkan pertimbangan khusus, antara lain kondisi jantung. Padahal mungkin penderita dalam kondisi jantungan (panic, berdebar-debar denyut jantung meningkat) yang merupakan kontra-indikasi pembiusan, ya…..bisa jadi berakibat fatal juga. Sehingga sulit dibedakan mati akibat vaginismus atau komplikasi penyakit lain terutama jantung atau efek yang tidak dikehendaki (adverse efek) akibat pembiusan.

Kalaupun ada komentar yang mengatakan mengatasi ‘gancet’ itu harus disuntik mati, sebenarnya ya nggak terlalu salah, tetapi sebenarnya juga tidak sekejam itulah mengatasinya. Yang benar adalah dilakukan pembiusan. Seandainya terjadi kematian mungkin akibat lain misalnya karena tidak segera mendapat pertolongan atau fasilitas pertolongan yang tidak memungkinkandan atau sbab lain seperti tersebut diatas. Maklum dalam kondisi gawat darurat dan kasus yang sepertinya ‘memalukan’. Menggotong dua orang yang betul-betul bersatu tubuh (‘bersetubuh’) bertelanjang bulat-bulat semuanya, dalam kondisi panic, gawat darurat, harus segera, dsb…..bukan hal yang mudah bukan.

Mari kita renungkan sejenak tulisan ibu Mariska, betapa adilnya Tuhan. Perempuan dilengkapi dengan mekanisme vaginismus. Karena itu harap berpikir panjang lagi dan hati-hati bagi pemerkosa hubungan seksual, pasangan selingkuh, apalagi bermain api asmara itu dengan PSK dan ditempat yang angker atau tempat-tempat yang tidak semestinya. Kalaupun berakhir dengan maut, ya itu juga keadilan Tuhan sebagai ‘hadiah’ atau resiko (dosa) bagi orang yang melanggar aturan main yang baik dan benar.

Sebenarnya saya ingin menambahkan gambarnya, tapiiiii…hehehe. Oke, dengan adanya tulisan ini saya ingin mencoba menambah pengetahuan di WP ini, jadi gak tulisan tentang hukum aja.. oke. thx

2 Comments

Filed under Kesehatan

2 responses to “Sex Membawa Maut

  1. Luqman

    Gawat juga….

  2. cari gara2 aja ne kerjaannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s