1 dan 2

Sejak kecil pasti kita sudah diajari apa yang disebut dengan angka. Berapa junlahnya, bagaimana menggunakannya, dan hal-hal lainnya. Misal “kamu anak keberapa.?” atau “umurmu berapa ?”, dan yang sebagainya. Deretan angka-angka itu jelas menunjang keberadaan kita di muka bumi ini, eksistensialisme tersamar. Dan hingga kita berpulang dan menghadapi kematian, kita masih bermain dengan angka, misalnya penyebutan tanggal kematian atau berapa jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus kematian tersebut.

Namun, tingkat pemahaman kita terhadap angka hanya terbatas pada hal-hal yang menguntungka kita, minimal ada kepentingan yang tersirat. Terkadang angka itu sendiri harus menunjukkan eksistensinya, bahkan lebih dari sekedar eksistensi saja, yakni semacam nukleus dari angka tersebut.

Apa sih yang dimaksud angka..? atau kenapa deretan angka ini berbentuk seperti ini..?

saya tidak akan berbicara banyak semua angka, hanya dua angka kedua (jika dimulai dengan nol), yakni angka 1 dan 2.

angka 1

sebuah permulaan, awalan, inti dari kesendirian, menunjukkan sebuah kekuasaan tunggal yang tak terbagi, terdefinisikan, menghindari adanya kepentingan lain yang akan mengganggu. Absolutisme material dari inti-inti yang ada.

angka 2

sebuah lanjutan, pasangan, keberlangsungan yang mulai coba diteruskan, sebuah kehidupan dualisme yang terarah, melengkapi individu dari kesendiriannya. Sebuah kompleksitas yang sempurna.

Dari angka 1 dan 2 tersebut apa koneksitasnya..?

setelah ? di antara ? kelipatan ?

yang saya ambil adalah “dan”

1 dan 2

apakah 1 dan 2 adalah 3 ?

apakah 1 dan 2 adalah 1,5 ?

mengapa harus angka 3 ? apakah harus 3 ? kenapa tidak 1,5 ? atau sebaliknya

Dalam setiap penjabaran dari angka-angka yang ada 1 dan 2 biasanya mengarah ke angka 3. tapi harusnya tidak serta merta seperti itu, karena 1,5 juga adalah sebuah pilihan.

dan adanya angka adalah sebuah pilihan

namun jika angka dapat mengutarakan pendapatnya, maka dia pasti akan bilang “enak aja, emang gw apaan ??? cuma jadi pilihan.. ih gak sudi deh eikee..”

Leave a comment

Filed under the journey of life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s