Demokrat 1

Partai Demokrat kini mengalami ujiannya yang kedua, setelah kasus Century yang berimbas pada distrust dari internal koalisi pendukung SBY, kini menghadapi ujian dari segi internal partai. Memilih Demokrat 1. Memilih seorang nakhoda yang mumpuni untuk mengurus partai yang dianggap terbesar saat ini, partai yang akhir-akhir ini mempunyai jargon Nasionalis-Religius.

Tercatat ada 3 nama kuat yang akan diduga akan bersaing dalam pemilihan tersebut. Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, serta Marzuki Ali. Nama pertama ada di eksekutif sebagai seorang Menteri, sementara dua lainnya ada di legislatif, sebagai ketua fraksi dan bahkan ketua DPR. Saya tidak akan berbicara mengenai latar belakang ketiga nama tersebut. Saya pun tidak peduli siapa yang akan menduduki posisi ketua umum. Namun yang menarik bagi saya adalah kondisi internal partai itu sendiri. Baik dari segi soliditas partai sebelum dan setelah Kongres di Bandung, kemudian tanggung jawab partai kepada konstituennya, serta post-modernism in politics khususnya di Indonesia.

Pencapaian terbaik partai Demokrat dalam 10 tahun ini boleh dibilang sangat mengejutkan serta memenuhi target yang diharapkan. Sebagai partai baru dalam Pemilu 2004 silam, partai ini berhasil mendudukkan calonnya sebagai Presiden, bahkan dengan suara yang hanya berkisar di angka 7% untuk tingkat legislatif. Perjalanan yang mulus pun dilalui dalam 5 tahun perjalanan pertama, dengan dapat diatasinya friksi yang kerap terjadi antara eksekutif dan legislatif, khususnya ketika kasus kenaikan Harga BBM. Kejutan yang terjadi kedua adalah muncul sebagai pemenang dalam Pemilu Legislatif 2009 dengan angka 21%, ada kenaikan sebesar 300% dari tahun 2004. Hal ini sangat mencengangkan karena Partai Demokrat ini belum 10 tahun umurnya. Lalu kemenangan di tingkat legislatif pun diikuti oleh kemenangan presidennya secara mutlak dengan angka sekitar 60%. Dengan kemenangan beruntun seperti itu seharusnya kinerja pemerintah dapat menjadi mudah. Namun hasil Centurygate yang lalu tidak menunjukkan hasil demikian.

Kongres di Bandung yang akan diadakan 21-23 Mei ini akan menentukan tingkat konsolidasi dari Partai serta menjadi penentu kebijakan partai ke depannya. Dengan munculnya 3 nama yang menempati posisi vital di dalam tubuh partai itu sendiri, maka mau tidak mau pasti akan terjadi sedikit perubahan. Karena tidak dapat dipungkiri mungkin akan muncul barisan sakit hati. Bahkan Ramadhan Pohan selaku tim sukses dari Andi Mallarangeng  sudah memberikan janji  posisi Sekjen untuk Anas Urbaningrum. Namun yang paling menentukan adalah persaingan antara Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum, karena keduanya dianggap paling dapat mewakili aspirasi Demokrat.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dunia politik di Indonesia masih berada pada politik citra serta pengkultusan sesorang. Posisi SBY di Demokrat sendiri merupakan satu-satunya alasan kenapa masyarakat percaya pada partai ini.  Sebenarnya partai ini amat berpeluang menjadi sebuah partai modern, atau bisa dibilang post-modern jika ditilik dari kondisi politik di Indonesia. Pertama, kualitas sumber daya manusia di dalam partai ini sendiri yang cukup baik. Kemudian adanya acceptability yang kuat dari masyarakat. Namun yang menjadi permasalahan adalah posisi SBY itu sendiri. Karena seperti kita lihat di beberapa partai politik lain, seperti (Alm) Gus Dur di PKB, Megawati di PDI-P yang terus menerus akan menjadi bumerang bagi internal partai. Intinya adalah partai Demokrat tidak boleh terlalu larut dengan SBY, suatu hari dia harus pergi. Yang tersisa hanya harapan dan bayangan masa lalu. Ini jelas akan berbahaya. Romantisme semu.

Leave a comment

Filed under Politics

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s