Transportasi kita: Sekarang, dan Masa Depan.

Sejak menjalani pekerjaan sebagai tenaga-lepas-lapangan di proyek survey  ini saya jadi tertarik untuk menulis tentang dunia transportasi kita, khususnya di wilayah jabodetabek. Mulai dari perumusan konsep tentang transportasi kita di masa depan, sarana dan prasarana yang ada, serta tantangan dan permasalahan baik yang bersifat fisik, kebijakan pemerintah, implementasi, maupun secara sosio-kultur.

Yang saya ingin bahas jauh lebih banyak adalah tentang transportasi publik, khususnya di wilayah Jabodetabek. Untuk skala yang lebih luas, misal Indonesia ataupun  regional ataupun mengenai isu yang lebih spesifik, misal tentang kebijakan transportasi air dan penyebrangan,  saya belum dapat berbicara lebih jauh, ilmunya belum ada.hehe

Konsepsi Transportasi Publik di Jabodetabek

Kemacetan, jalan berlubang, lampu lalu lintas yang tidak bekerja dengan baik, angkutan umum yang tidak layak merupakan sedikit dari jutaan keluhan para pengguna transportasi public di Jakarta. Keluhan ini pun seperti tidak pernah didengar oleh para policy maker yang seharusnya bertanggung jawab, apalagi oleh para pemangku kepercayaan rakyat, anggota dewan.

Sejarah panjang transportasi di Jabodetabek sebenarnya berakar dari Jakarta. Karena Jakarta posisi kota ini sebagai sentral dari perputaran bisnis dan ekonomi, dan implikasinya adalah kota kota penyangga di luarnya berdampak mengalami kenaikan angka kemacetan. Pada tahun 1970an pemakaian kendaraan umum sebesar 70% total pemakaian kendaraan di jalan.  Angka ini mengalami penurunan yang cukup tajam yaitu sebesar 57% di tahun 1985 dan hanya 45% di tahun 2000.

Penurunan minat pengguna kendaraan umum disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena terjadinya motorisasi besar-besaran, bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum krisis terjadi yaitu meningkat 16%-18% per tahun.  Sekitar 5 juta kendaraan bertambah setiap tahun, dan tahun 2007 diperkirakan sekitar 35 juta populasi kendaraan. Kondisi lain yang menurunkan minat berkendaraan umum adalah ketidaknyamanan sarana transportasi, baik dari alat transport yang kurang pemeliharaan maupun gangguan keamanan.

Saya melihat bahwa transportasi public di Jakarta dapat dibagi menjadi 3 jenis, yakni, moda Kereta Api, moda Transportasi umum jalan raya, seperti Busway, bus kota, dan angkutan kota, yang terakhir adalah transportasi umum semi privat, seperti taksi, bajaj, ojek, dan sebagainya.

Pada dasarnya moda transportasi rel kereta dan transportasi jalan raya untuk di masa yang akan datang akan banyak yang disinergikan, namun dengan penataan yang lebih baik, dan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan tata ruang wilayah kota.  Sehingga perpindahan orang dari satu moda satu ke moda lainnya tetap mudah, murah, cepat, dan nyaman. Namun, sepertinya belum ada konsepsi yang jelas mengenai jenis transportasi yang satu lagi, yakni transportasi semi privat. Karena dengan privilege yang mereka miliki, yakni adanya privasi, serta kecepatan yang bisa ditentukan, maka transportasi ini kini menjadi pilihan masyarakat yang cukup dominan.

Fasilitas yang ada

Pengembangan konsepsi transportasi public di wilayah Jabodetabek juga harus diimbangi dengan pengembangan infrastruktur yang ada. Yang pertama kita lihat adalah political will dari pihak yang berwenang dan bertanggung jawab, yakni, Departemen Perhubungan,Departemen P.U., PT KAI,  Pemda, pihak lainnya. Terkadang adanya egosime sektoral malah menjadi alasan utama terhambatnya bahkan gagal suatu proyek. Kurangnya “bancakan”, “uang dupa” atau istilah lainnya, atau terkadang miskordinasi yang hanya bersifat remeh namun dipermasalahkan.

Apabila konsep yang ada sudah jelas dan matang, maka permasalahan kedua adalah implementasi di lapangan. Sebagai contoh, berapa besar anggaran yang dikeluarkan untuk merancang konsep dan mewujudkan halte angkutan umum di Jakarta ? namun manfaat yang ada hanya tersisa 50% saja, karena konsep itu tersangkut untuk tataran lapangan.

Melihat fasilitas angkutan umum yang ada di wilayah Jabodetabek, maka sudah sepantasnya dilakukan evaluasi total, dengan basis data yang sesungguhnya di lapangan. Karena basis data yang saat ini dimiliki oleh stakeholder bukanlah data factual di lapangan, melainkan hitung-hitungan para analis serta pebisnis yang bermain di ceruk ini. Baik transportasi dari segi hulu sampai hilir. Dengan demikian maka fasilitas yang ada benar benar mencakup seluruh kebutuhan masyarakat, misal fasiltas bagi anak kecil, lansia, serta penyandang cacat.

Tantangan dan Harapan yang ada

Masyarakat selaku pengguna transportasi public pasti sangat mengharapkan yang terbaik guna keberlangsungan transportasi public di Jabodetabek, namun terkadang harapan ini berbenturan dengan harapan masyarakat lain. Perbedaan harapan serta keinginan inilah yang harus dipahami benar oleh stakeholder, dengan mengeluarkan kebijakan yang komprehensif serta bermanfaat bagi banyak orang. Satu hal yang saya pahami menurut pengalaman saya adalah akseptasi masyarakat terhadap kebijakan yang sedang dirancang. Masyarakat pun sering kali tidak mengetahui informasi tentang program yang sedang dirancang, maupun yang akan dikeluarkan. Sosialisasi aktif dari para aparat pemerintah, khususnya untuk yang di daerah dan dinas-dinas terkait, harus makin sering dilakukan. Partisipasi aktif adalah yang terpenting, karena mereka adalah pengguna utamanya, sang konsumen. Saran saya adalah stakeholder sering melakukan survey lapangan,menyerap kebutuhan masyarakat, serta siap menerima feedback dari masyarakat apapun konsekuensinya.

Bukan dialog dengan dengan anggota dewan, karena mereka bukan masyarakat sesungguhnya, mereka pseudo-people.

1 Comment

Filed under Urban Life

One response to “Transportasi kita: Sekarang, dan Masa Depan.

  1. eh sumpah gue lagi googling terus masa gue nyasar kesini -_____-” btw gue baru banget itu malem2 ngantri kaya di foto, tapi jauhhhh lebih belakang lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s