Tentang hujan dan tanah merah yang tersisa

Image

“Nama gue Irman”

“Nama gue Jodi. Lho katanya lo dipanggil Poke ?”

“iya, hehe bolehlah dipanggil Pokeh..”

– Awal Juli 2002, Mendawai, Jaksel –

 

Ini bukanlah sebuah tulisan yang apik, apalagi menarik, melainkan cerita tentang seseorang yang penuh tawa dan jenius.

– Tentang hari di pertengahan Februari, yang membuat semua orang menjadi lebih peduli.

– Tentang debu, batu, dan kerasnya aspal yang melintang di antara keduanya.

– Tentang asap yang memenuhi langit-langit kamar sehingga menjadi penuh tawa.

– Tentang masa depan yang memang tidak dapat kita duga.

– Dan tentang hujan yang membasahi di atas tanah merah yang tersisa.

 

 

– Untuk seorang teman, dan manusia jenius yang telah lebih dulu merdeka.

Irman Noordin Utomo / Pokeh

 

Leave a comment

Filed under the journey of life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s