Category Archives: Uncategorized

2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 9,900 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 17 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Manajemen Rumah Sakit di Indonesia

 

tulisan ini dilatarbelakangi dengan kedatangan saya ke RS tadi siang. Karena saat ini saya berdinas di Kota Madiun, maka saya datang ke RS Umum Daerah Dr. Soedomo yang letaknya pun tidak jauh dari kos saya.

Saya akan menulis bahwa manajemen di RSUD ini cukup BURUK.

mulai dari database pasien baru, kemudian ruang pemeriksaan yang dicampur dengan pasien lain, serta proses klaim asuransi yang cukup rumit.

saya tidak akan menguraikan dengan rinci prosesnya, alih alih bercerita malah saya akan menjadi Prita ke 2. ;p

yang menarik bagi saya adalah manajemen pengelolaan rumah sakit di Indonesia. Bagi saya hal ini menjadi menarik. contoh kecil misalnya, proses pendataan pasien secara computerized.

Untuk rumah sakit di kota sekelas Madiun ini memang sudah selayaknya database pasien ini dilakukan secara komputerisasi. jadi dari meja informasi, pasien langsung ditanya identitas serta keluhan, kemudian diarahkan ke k poli yng spesifik dengan kartu tertentu, kemudian dokter akan mengirim resep ke bagian farmasi dengan jaringan LAN misal, sehingga juga akan mengurangi pemakaian kertas yang berlebihan, yang dampaknya juga mengurangi biaya operasional RS tersebut.

Kemudian hal yang kedua dipahami adalah bahwa RS sangat erat kaitannya dengan desain dan tata ruang. kondisi RS yang harus selalu steril dan higienis memaksa para arsitek dan kontraktornya harus membuat banguna yang layak bagi kesehatan. contoh, adanya smoking area bagi para perokok. bagi saya pribadi, smoking area di RS itu haram hukumnya, ini seperti menempatkan bar di luar mushola. Oke, ini terletak di luar bangunan, namun secara gambaran besar, ini tidak sesuai dengan tujuannya.

Hal yang ketiga adalah pelayanan terhadap pasien, untuk semua kalangan seharusnya dapat mengakses fasilitas kesehatan ini, proses peracikan obat yang cepat dan tepat, serta akses informasi pasien terhadap obat yang diberikan.

dengan keadaan pengelolaan rumah sakit seperti ini, bagi saya menimbulkan ide bisnis Manajemen Rumah Sakit atau lembaga konsultasi manajemen fasilitas ksehatan.

Jumlah rumah sakit di Indonesia ada sekitar 1500 RS, dengan keadaan RS di daerah masih banyak yang belum terakreditasi. jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan ekonomi di daerah Indonesia Timur.

Menurut analisa perekonomian di dunia akses fasilitas kesehatan, di samping high-education, merupakan salah satu bentuk bubble economy. Sehingga potensi ini sesungguhnya masih besar untuk digali.

 

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Indonesia itu ada

Setiap hari senin di sekolah2 negeri umumnya mengadakan upacara bendera.
Menghormati bendera, mengenang pahlawan, mengucapkan janji, dan menegakkan disiplin.

Mungkin selama 9 tahun, setiap minggu kita melakukan hal tersebut.
Jika dikalkulasikan, lebih kurang kita 468 kali melakukan hal tersebut.
Jika masa kuliah kita 4 tahun, kemudian kita masuk dalam instansi negeri yg mewajibkan untuk upacara bendera, maka akan ada penambahan kalkulasi d atas.

Jika masa kerja selama 25 tahun.
Maka akan ada ± 1300 kali upacara bendera.
Ditambah angka 468 tadi, maka menjadi 1768 kali.
Sebanyak itulah kita dilatih untuk
Menghormati bendera, mengenang pahlawan, mengucapkan janji, dan menegakkan disiplin.

Sebanyak itu pulalah kita berbohong, mengingkari apa yang telah dilatih, apa yang telah kita ucap sebagai janji.

Pembuktian dari upacara itu tidak ada.
Menghina kepercayaan lain, melecehkan rasa kemanusiaan, tidak menghargai suku lain, korupsi, dll.

Sesungguhnya kita tidak pernah belajar dan mencoba memahami inti dari upacara itu sendiri.

Sesungguhnya kita tidak pernah mengetahui apakah indonesia itu ada atau tidak.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

F.

Fuck This..

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Will you still love me tomorrow ?

Beberapa minggu ini saia sering pulang malam, baik karena kerjaan ataupun karena urusan di luar kantor. Mungkin karena masih bujangan dan belum ada pasangan pula jaid bebas pulang jam berapapun. Orang di rumah saia tetap setiap pagi menyediakan sarapan, dan tetap menyapa, meskipun saia makin jarang berinteraksi dengan mereka. Bagaimanapun mereka tetap sayang dengan saia.

Namun bagaimana jika saia sudah mempunyai pasangan ? apakah kamu tetap sayang saia ?

1 Comment

Filed under Uncategorized

Sama

Sedari dulu,

Pertanyaan kamu, Pertanyaan saia

Selalu SAMA ?

Sebenarnya apa yang kita cari ?

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Perlindungan Negara Terhadap Anak Jalanan

Dia masih kecil.

Dengan rambut berponi, dan pakaian lusuh yang dikenakannya

Tetap saja sinar matanya tidak dapat dibohongi.

Bahwa dia masih kecil. Mungkin berusia empat atau lima tahun.

Dan dia sudah di dalam kerasnya hidup.

Mengamen sebagai anak jalanan.

Kehidupan anak jalanan yang keras terus menerus diangkat sebagai topic dalam berbagai tulisan, diskusi. Mungkin sudah banyak sarjana hingga doktor yang menuliskan kehidupan anak jalanan untuk memenuhi tuntutan karya ilmiah mereka. Tidak tercatat lagi sudah banyak symposium, seminar, diskusi, dan sebagainya yang diselenggarakan untuk membahas implementasi penanganan masalah anak jalanan itu sendiri. Namun yang tetap kita sadari semua adalah, mereka tetap ada, selalu ada, dan kita tetap tidak peduli.

Data terakhir yang dilansir oleh KPAI menunjukkan bahwa jumlah anak terlantar mencapai 5,4 juta orang, anak hampir terlantar mencapai 12 juta orang atau ada 17 juta anak terlantar dan hampir terlantar. Dari jumlah tersebut, 230 ribu diantaranya menjadi anak jalanan yang tersebar di kota besar di Indonesia. Tercatat, 95 persen anak jalanan berasal dari keluarga miskin, berpendidikan rendah, dan dari lingkungan masyarakat yang eksploitatif terhadap anak.

Dari berbagai analisis, latar belakang terjadinya kekerasan terhadap anak hingga mereka menjadi anak yang terlantar dan berada di jalanan, di antaranya diakibatkan oleh kekerasan dalam rumah tangga, disfungsi keluarga, ekonomi, dan pandangan keliru tentang posisi anak dalam keluarga. Bahkan faktor lainnya yakni terinspirasi dari media, baik cetak maupun elektronik yang ada di lingkungan masyarakat.

Dalam ketentuan pasal  1 ayat 1 Undang Undang No. 23 Tahun 2002 disebutkan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Kemudian anak terlantar dijabarkan dalam  dalam pasal 1 ayat 6 yakni yang dimaksud anak terlantar adalah anak yang tidak  terpenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, spiritual, maupun sosial. Sementara ketentuan yang lebih tinggi, yakni Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dalam pasal 28B ayat 2 disebutkan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dengan berbagai payung hukum yang telah diberikan berarti Negara sebenarnya telah memberikan perlindungan terhadap keberadaan anak jalanan dan terlantar tersebut. Namun dalam banyak hal seringkali masih terjebak dalam paradigma lama, kuat dalam konsep, namun lemah dalam tataran implementasi.  Political will yang tidak kuat, serta kurangnya pemenuhan hak secara komprehensif kepada anak terlantar menjadi alasan tingkat anak jalanan di Indonesia masih tinggi.

Dari beberapa paparan di atas, sudah seharusnya pemerintah  mulai menata ulang kebijakan peraturannya agar mampu lebih banyak diaplikasikan pada level penerapan di lapangan. Karena selama ini konsep dan wacana yang ditawarkan oleh pemerintah dalam peraturan undang-undang masih sekedar kata bersayap. Kemudian melakukan prioritas yang lebih tinggi untuk kepentingan kesejahteraan anak.

Kedua perbaikan anggaran pendidikan dan kesehatan, karena ini juga berdampak langsung kepada perkembangan anak. Dari sekian banyak alas an anak berada di jalanan adalah karena putus sekolah, tidak ada sekolah yang mau menampung mereka. Dengan anggaran pendidikan kita sebesar 20% seharusnya sudah menjadikan kualitas dan kuantitas pendidikan kita lebih baik. Hingga saat ini pun pendidikan dasar di negeri ini tidak sepenuhnya gratis. Mungkin saja memang tidak ada bayaran resmi, namun ada saja pemasukan bayangan yang lain, yang tentu saja ini akan memberatkan bagi anak-anak yang kurang mampu dan berpotensi mereka untuk putus sekolah dan menjadi anak terlantar.

Selanjutnya adalah pemahaman terhadap pemenuhan anak secara komprehensif. Karena dengan hanya pemenuhan salah satu hak saja, maka ketimpangan ini akan tetap berlangsung. Misal dengan pemenuhan hak publik saja tanpa adanya pemberdayaan anak-anak jalanan ini maka mereka tidak dapat mendapatkan apa-apa. Apalagi dengan rencana Kementerian Sosial yang menargetkan tahun 2011 tidak ada anak jalanan, maka hal ini menjadi dasar bagi pemerintah kota dan daerah untuk bertindak represif kepada anak jalanan tersebut.

Karena pada dasarnya mereka bukanlah monster, atau mempunyai DNA penjahat. Mereka hanya kurang perhatian dan kasih  sayang. Tentu bukan dari pemerintah saja, melainkan juga dari kita semua.

Leave a comment

Filed under Uncategorized